Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif

Abdurrahman bin Khalid bin Walid

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Remove ads

Abdurrahman bin Khalid bin Walid (bahasa Arab: عبدالرحمن بن خالد; 616–666) adalah Gubernur Homs di bawah khalifah Utsman (m. 644–656) dan Muawiyah I (m. 661–680). Selama pemerintahan Muawiyah di Suriah (639–661), Abdurrahman memimpin sejumlah pertempuran melawan Bizantium dan mempertahankan perbatasan Mesopotamia Atas dari serangan pasukan Khalifah Ali (m. 656–661) yang berbasis di Irak. Ia terkenal karena berperang melawan Ali di Pertempuran Shiffin pada tahun 657 serta perlawanannya terhadap Bizantium setelah Muawiyah menjadi khalifah pada tahun 661. Karena reputasinya di medan perang dan ayahnya adalah Khalid bin Walid[1] yang merupakan jenderal terkemuka, akhirnya ia menjadi sangat populer di kalangan orang Arab Suriah. Muawiyah pun menganggap Abdurrahman sebagai saingan bagi putranya sendiri Yazid, yang ia persiapkan sebagai penggantinya, akhirnya Abdurrahman mati diracun pada tahun 666 yang diduga dilakukan oleh pihak kekhalifahan.[2]

Fakta Singkat Nama asli, Nama lahir ...
Remove ads

Penaklukan

Pada tahun 40 H atau 660 M, Abdurrahman menjadi perintis penaklukan Konstantinopel dari pihak pasukan Muslimin. Penaklukan ini dimulai ketika Islam telah berkembang pesat di Timur Tengah. Konstantinopel sat itu merupakan pusat pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur dan pusat perkembangan Gereja Ortodoks Timur.[3]

Lihat pula

Referensi

Daftar pustaka

Loading related searches...

Wikiwand - on

Seamless Wikipedia browsing. On steroids.

Remove ads