Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Genteng atap
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Genteng atap adalah komponen dari atap yang menutupi permukaan bagian atas, yang terdiri dari bagian-bagian yang tersusun saling bertindih (overlapping). Genteng atap dapat dibuat dalam bentuk dan cara pemasangan yang bervariasi, tetapi bentuk ang paling umum adalah segi empat. Atap dapat dibuat dari berbagai jenis bahan seperti kayu, batu, tanah liat, serat, aspal, plastik, asbes, dan logam tergantung kebutuhan dan biaya pembangunan. Genting atap harus dibuat tahan air karena melindungi bangunan dari hujan.

Remove ads
Genteng tanah liat
Ringkasan
Perspektif
Sejarah
Pada awal abad ke-20, wabah pes melanda wilayah Jawa. Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, Pemerintah Kolonial Belanda memerintahkan penggantian atap ilalang pada rumah tradisional dengan atap genteng tanah liat, karena atap ilalang dinilai tidak higienis.[1] Kebijakan ini berdampak pada melesatnya kebutuhan genteng berbasis tanah liat pada waktu itu.
Produksi
Pembuatan genteng dimulai dengan memilih tanah liat yang berkualitas. Kemudian, tanah liat dicampur pasir laut dengan perbandingan 4:1, lalu dicampur dengan air menggunakan mesin penggiling, dan diangin-anginkan selama empat hari. Genteng lalu dicetak, lalu diletakkan di atas rak untuk menjalani pengeringan tahap pertama dengan angin selama 10 hari, kemudian pengeringan tahap kedua dengan dijemur selama 4 hari.
Proses selanjutnya adalah pembakaran genteng dalam tungku bakar (tobong) dengan suhu 900 - 1000 derajat celcius. Dimulai dengan pengasapan dengan api kecil untuk menghilangkan uap air selama 4 hari, lalu dilanjutkan dengan pembakaran dengan api besar selama 2 hari. Sekali proses pembakaran tungku membutuhkan sekitar tiga truk kayu bakar.
Pada tahap pembakaran ini, kualitas genteng ditentukan berdasarkan lokasi pembakarannya. Genteng kualitas satu terletak tepat di tengah; genteng kualitas dua berada di atas, sehingga pembakaran kurang matang; genteng kualitas tiga berada di bagian bawah, sehingga hitam dan tampak gosong.
Setelah proses pembakaran selesai, genteng didiamkan selama dua hari, kemudian dihaluskan. Pada jenis genteng tertentu, genteng ditambah lapisan tambahan (coating) agar lebih tahan air dan lumut.
Daerah produsen
Kebumen, khususnya di daerah Pejagoan, Sruweng dan Klirong, memiliki industri kerajinan genteng. Industri ini didukung oleh melimpahnya bahan baku tanah liat berkualitas tinggi di Kebumen. Tanah liat di wilayah Kebumen berasal dari daerah lempeng dasar samudra yang terangkat karena proses tumbukan antar lempeng benua.[1]
Remove ads
Referensi
Pranala luar
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads