Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Oetoesan Hindia
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Oetoesan Hindia merupakan surat kabar yang terbit pertama kali pada 1912. Surat kabar ini resmi berada di bawah Sarekat Islam dengan Tjokroaminoto sebagai pemimpin redaksinya.[1]
![]() | Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. |
Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan: 1907-2007, koran lahir dilatarbelakangi oleh perseteruanan antara golongan pedagang Tionghoa dengan golongan pedagang Arab dan Pribumi.[1]
Pada Februari 1912, terjadi pemogokan pasar Tionghoa di Surabaya. Aksi ini terus berlanjut. Percekcokan dan perkelahian antara mereka kian memanas. Para pedagang Arab dan Bumiputera memboikot golongan Tionghoa, salah satunya dengan tidak memasang iklan di surat kabar milik komunitas Tionghoa. Menyadari pentingnya fungsi surat kabar baik sebagai sumber berita serta media mempromosikan usaha, golongan pedagang Arab dan Bumiputera pun berinisiatif untuk mendirikan usaha penerbitan surat kabar yang mampu mengakomodir kebutuhan mereka.[1]
Di bawah komando Hasan Ali Soerati, para pedagang Arab dan Bumiputera mendirikan sebuah perusahaan yang bernama NV Handel Maatschkappij Setija Oesaha Soerabaia. Modalnya 50.000 gulden hasil patungan dari Hasan Ali Soerati dan gabungan pengusaha Arab dan Bumiputera Surabaya, Semarang, Pekalongan, Batavia, dan Bandung.[1]
Pada Desember 1912, NV Setija Oesaha menerbitkan Oetoesan Hindia dengan jargon "Surat Chabar dan Advertentie".[1]
Karena mayoritas pemilik saham Setija Oesaha adalah para aktivis Sarekat Islam, maka Oetoesan Hindia jelas berfungsi sebagai media propaganda organisasi politik itu khususnya di Surabaya.[1]
Salah seorang murid Tjokroaminoto yakno Soekarno pernah menjadi kontributor aktif untuk surat kabar ini.[2] Untuk berjaga-jaga agar dirinya tidak ditangkap pemerintah kolonial, ia menggunakan nama samaran Bima sebagai penulis.[3]
Remove ads
Oetoesan Hindia sebagai Media Sarekat Islam
Sebagai alat propaganda, Oetoesan Hindia tidak hanya menyuarakan kepentingan SI, tetapi juga membingkai isu-isu keislaman dengan perspektif anti-kolonial. Media ini secara konsisten menyoroti eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial serta mendukung kebijakan-kebijakan SI dalam membangun kemandirian ekonomi umat Islam. Tjokroaminoto menggunakan surat kabar ini untuk memperkuat pengaruh politiknya di SI dan mengkonsolidasikan kekuatan umat Islam dalam melawan penjajahan.
Dari segi operasional, surat kabar ini dikelola dengan struktur yang sistematis. Redaksi Oetoesan Hindia terdiri dari aktivis SI dan kaum intelektual Muslim yang memiliki latar belakang pendidikan modern. Dalam perjalanannya, Oetoesan Hindia menjadi platform utama bagi pemimpin Islam dalam menyebarluaskan gagasan-gagasan reformis serta membangun identitas Islam sebagai kekuatan politik yang mampu bersaing dengan kelompok lain di Hindia Belanda.
Remove ads
Referensi
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads