Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Sadeh
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Sadeh (Persia: سده) atau Sada adalah salah satu upacara keagamaan Zoroastrianisme yang paling tua dan masih rutin dilaksanakan di Iran. Upacara ini berlangsung setiap tanggal 10 Bahman menurut kalender matahari Persia—biasanya jatuh pada akhir Januari atau awal Februari—tepat seratus hari setelah permulaan musim dingin. Intinya hanya satu: menyalakan api unggun besar di malam yang paling dingin sebagai tanda syukur atas penemuan api dan kemenangan cahaya atas kegelapan.[1]
Dalam tradisi Zoroastrianisme, Sadeh dikaitkan dengan Raja Hushang yang disebut dalam Shahnameh. Konon, ketika Hushang melempar batu ke seekor ular, batu itu bertabrakan dan memercikkan api. Percikan itu dianggap sebagai anugerah dari Ahura Mazda. Sejak itu api menjadi lambang kesucian, kebijaksanaan, dan perlindungan. Menyalakan api pada hari Sadeh adalah cara umat Zoroastrianisme mengenang peristiwa tersebut sekaligus menghadapi musim dingin yang paling keras.[2]
Pelaksanaannya sederhana dimulai sore hari, di mana orang-orang sudah mulai berkumpul di lapangan atau halaman kuil api. Para mobed mengumpulkan ranting kering, jerami, dan kayu pinus dalam jumlah besar. Api dinyalakan dengan bara suci yang diambil dari kuil, lalu dibiarkan menyala sepanjang malam. Di sekitar api, doa-doa dari Avesta dilagukan, lagu-lagu lama dinyanyikan, dan anak-anak serta orang muda biasa melompat di atas bara kecil sambil tertawa—konon untuk “membakar” hal-hal buruk dari tahun sebelumnya.[3]
Di Yazd dan Kerman, tempat komunitas Zoroastrianisme terbesar di Iran, Sadeh masih dirayakan secara meriah. Api unggunnya bisa mencapai tinggi beberapa meter, terlihat dari kejauhan. Bau kayu bakar bercampur sup ash kacang merah dan roti panas yang dibagikan gratis menambah kehangatan malam. Banyak warga non-Zoroastrianisme juga ikut hadir, sehingga upacara ini sudah menjadi milik bersama masyarakat Iran.[1]
Sejak 2022, UNESCO memasukkan Sadeh ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan. Pengakuan itu membuat perayaan semakin terbuka dan terdokumentasi dengan baik, meski inti ritualnya tidak berubah sama sekali sejak berabad-abad lalu.[3]
Di luar Iran, komunitas Zoroastrianisme, terutama kelompok Parsi di India dan diaspora di Amerika Utara serta Eropa, tetap mengadakan Sadeh setiap tahun. Walaupun tidak selalu bisa membuat api sebesar di Yazd, doa dan nyanyian dalam bahasa Avesta tetap sama. Api kecil yang dinyalakan di halaman rumah atau taman komunitas sudah cukup untuk mengingatkan mereka pada akar budaya yang sama.[4]
Remove ads
Lihat pula
Referensi
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads
