Stasiun Kamal - Wikiwand
For faster navigation, this Iframe is preloading the Wikiwand page for Stasiun Kamal.

Stasiun Kamal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Stasiun Kamal
  • Singkatan: KML
  • Nomor: 4900
Stasiun Kamal
AlamatKamal, Kamal, Bangkalan
Jawa Timur 69162
Koordinat7°10′13″S 112°43′17″E / 7.170303°S 112.721351°E / -7.170303; 112.721351Koordinat: 7°10′13″S 112°43′17″E / 7.170303°S 112.721351°E / -7.170303; 112.721351
Ketinggian0,41 M
Letakkm 0+000 lintas Kamal–Pamekasan dan Kamal–Bangkalan[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Informasi lain
Kelas stasiunBesar[2]
Sejarah
Dibuka1898
Ditutup1984-1987
Layanan
-
Peringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Kamal (KML) dan Kamal-Pier/Dermaga Kamal (KMLP) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas besar yang terletak di Kamal, Kamal, Bangkalan. Stasiun yang berketinggian 0,41 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan dahulu melayani kereta api ke berbagai jurusan di Pulau Madura. Sebagai stasiun besar di Madura, stasiun ini memiliki dipo lokomotif dan bengkel. Stasiun ini cukup mudah diakses dari Jalan PJKA yang terhubung langsung dengan Jalan Raya Kamal–Kalianget. Di dekat stasiun ini juga terdapat Kantor Pengusahaan Aset PT KAI wilayah Madura, yang menempati bekas rumah dinas Madoera Stoomtram Maatschappij.

Sejarah

Stasiun ini dibuka pada tahun 1898 sebagai titik awal pembangunan jalur kereta api lintas Madura. Dibangun oleh Madoera Stoomtram Maatschappij, stasiun ini terintegrasi langsung dengan Pelabuhan Kamal sehingga para penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke Jawa dapat langsung menggunakan kapal feri menuju Surabaya tanpa harus berjalan kaki jauh. Pembangunan terus dilanjut hingga pada tahun 1901 sampai di Kalianget.[3]

Pada tanggal 1 September 1913, dibangunlah shortcut jalur kereta api dari stasiun ini ke Stasiun Kwanyar, sehingga kereta dapat langsung menuju Stasiun Kwanyar tanpa harus melewati Stasiun Bangkalan.[4] Namun pada masa pendudukan Jepang jalur tersebut ditutup hanya sampai Stasiun Sukolilo setelah dari Stasiun Telang dibangun percabangan menuju Stasiun Sukolilo agar dapat tersambung ke Pamekasan, karena daerah Batuporon merupakan kawasan militer khusus yang dijaga ketat.[5] Karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum, PJKA akhirnya menutup jalur ini pada tahun 1984. Untuk menandai keberadaan stasiun tersebut, aset bangunan stasiun masih dipertahankan dan dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia.

Reaktivasi

Berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2019, Jalur kereta api lintas Madura rencananya akan diaktifkan kembali guna mendukung pemerataan dan percepatan pembangunan di sekitar wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Reaktivasinya pun direncanakan hanya sampai Sumenep tidak sampai Kalianget.[6]

Galeri

  • Tampak luar bekas Dipo Kamal di Banyuajuh, Kamal, Bangkalan. Dahulu, dipo ini digunakan untuk perawatan lokomotif
    Tampak luar bekas Dipo Kamal di Banyuajuh, Kamal, Bangkalan. Dahulu, dipo ini digunakan untuk perawatan lokomotif
  • Tampak luar bekas Dipo Kamal sisi barat
    Tampak luar bekas Dipo Kamal sisi barat
  • Tampak luar Dipo Kamal sisi selatan
    Tampak luar Dipo Kamal sisi selatan
  • Tampak dalam bekas Dipo Kamal di Banyuajuh, Kamal, Bangkalan. Kini, bangunan tersebut digunakan untuk pengepulan besi tua, pengolahan kapur, dan lapangan futsal
    Tampak dalam bekas Dipo Kamal di Banyuajuh, Kamal, Bangkalan. Kini, bangunan tersebut digunakan untuk pengepulan besi tua, pengolahan kapur, dan lapangan futsal

Referensi

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ S.M. Dengkeng-Sunito (1988). Inventaris van het archief van de NV Madoera Stoomtrammaatschappij, (1896) 1897-1973. Den Haag: Nationaal Archief.  line feed character di |title= pada posisi 45 (bantuan)
  4. ^ Indië: geïllustreerd tijdschrift voor Nederland en koloniën. 7. Cliché's en druk van Joh. Enschedê en Zonen. 1923. 
  5. ^ "Bangunan Sejarah Yang Terlupakan". Madura Corner. Diakses tanggal 19 Januari 2018. 
  6. ^ Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto, Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, Serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan
Stasiun sebelumnya   Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Madura
Kamal–Kwanyar via Bangkalan
Trebung
menuju Kwanyar
Lintas Madura
Kamal–Kwanyar via Sukolilo
Tanjung Jati
menuju Kwanyar
{{bottomLinkPreText}} {{bottomLinkText}}
Stasiun Kamal
Listen to this article