Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif

Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan

jalur kereta api di Indonesia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Remove ads

Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan adalah jalur cabang rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Sumari dengan Stasiun Kandangan melalui Stasiun Indro-Stasiun Gresik yang dibangun oleh NIS.

Fakta Singkat Ikhtisar, Jenis ...

Saat ini ruas yang masih aktif adalah ruas dari Stasiun Kandangan-Stasiun Indro, jalur tersebut hanya melayani kereta api barang peti kemas, angkutan Petrokimia, dan angkutan semen, tetapi pada Februari 2010 layanan kereta semen tersebut terhenti karena masa kontrak dengan Semen Gresik telah habis dan tidak diperpanjang.

Remove ads

Segmen Kandangan–Indro

Thumb
Stasiun Indro

Ke arah barat Stasiun Kandangan, setelah melewati jembatan sungai kecil, rel bercabang dan menikung ke kanan 75° (derajat) ke arah utara dan melewati di bawah Jalan Tol Surabaya-Gresik. Setelah menyebrangi jembatan sungai yang merupakan perbatasan antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, rel menikung ke kanan dan sejajar dengan Jalan Kapten Dharmo Sugondo sepanjang 1,2 kilometer. Kemudian rel mejauh dari jalan, melewati kompleks pabrik dan akhirnya memasuki Stasiun Indro.

Pada Agustus 2010, rel di ruas Kandangan–Indro telah diperbaiki dan diperbagus dengan mengganti rel ukuran R25 dan R33 dengan bantalan kayu dan besi menjadi R42 dengan bantalan beton. Sayangnya, peningkatan jalur kereta api ini sempat diwarnai ricuh dari warga bantaran rel yang menuntut adanya kompensasi dari PT KAI terkait proyek ini.[1]

Stasiun Indro sempat diaktifkan lagi untuk melayani pemberangkatan kereta api peti kemas pada tanggal 9 September 2016.[2] Namun, kereta api ini dihentikan operasinya sejak April 2017 karena tunggakan yang belum dibayar oleh pihak pengelola jasa angkutan peti kemas kepada PT KAI.[3]

Remove ads

Segmen nonaktif Indro–Gresik–Sumari

Ringkasan
Perspektif
Thumb
Stasiun Gresik

Ruas Sumari–Gresik dibuka pada 1 Juni 1902 dengan panjang 13,5 km.[4][5][6]

Ke arah utara Stasiun Indro, jalur mengarah ke utara dan sedikit ke barat dan menuruni turunan curam, kemudian bertemu dengan Jalan Harun Tohir sepanjang 1,3 km, rel berada di sisi timur Jalan Harun Tohir. Kemudian rel menikung sedikit ke kanan, berpisah dari Jalan Harun Tohir, kemudian melewati tepat di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik, rel masih sedikit lurus ke utara sepanjang 264 meter dan akhirnya memasuki Stasiun Gresik. Bekas jalur ini masih dapat terlihat di sisi timur Jalan Harun Tohir dan di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik, yang berupa jalur rel mati dan jembatan kecil yang masih dapat terlihat dengan jelas. Setelah Stasiun Gresik, jalur terus mengarah ke utara mengelilingi Kota Gresik yang kemudian bertemu kembali dengan jalur utama di Stasiun Sumari yang kini sudah dinonaktifkan.

Layanan kereta api antara Indro hingga Gresik dinonaktifkan pada tahun 1982, sementara jalur Gresik–Sumari dibongkar pekerja romusha Jepang pada tahun 1943.[7]

Percabangan menuju Pabrik Semen Gresik

Ke arah utara Stasiun Indro, jalur menikung ke arah kiri, kemudian melewati di atas Jalan Kapten Dharmo Sugondo, kemudian melewati Jalan Kapten Dulasim, sejajar dengan Jalan Ibrahim Zahier, melewati di bawah Jalan Veteran dan akhirnya memasuki kompleks pabrik PT Semen Gresik. Dulunya, KA angkutan semen yang melewati jalur ini merupakan denyut nadi utama dari jalur Kandangan-Indro, tetapi pada Februari 2010, layanan angkutan semen ini terhenti total karena waktu kontrak telah habis dan tidak diperpanjang.[8] Kini kondisi rel Indro-Pabrik PT Semen Gresik sangat memprihatinkan. Banyak bagian rel yang telah hilang dan di perlintasan KA hampir semua bagian rel sudah ditutupi aspal.

Percabangan menuju Petrokimia Gresik

Pada bagian awal, jalur ini masih satu arah dengan jalur menuju pabrik PT Semen Gresik, tetapi setelah melewati Jalan Kapten Dulasim, jalur rel menikung ke kanan, melewati Jalan Kapten Dulasim lagi, melewati Jalan Panglima sudirman dan mengarah ke wilayah Karangturi. Kemudian rel bercabang ke kiri, melewati Jalan Tri Dharma dan masuk ke dalam kompleks pabrik PT Petrokimia Gresik. Di sebelah utara juga ada rel cabang menuju gudang pelabuhan di daerah Tlogopojok. Tahun 2013, jalur ini sempat dibangun ulang untuk angkutan pupuk,[9] tetapi saat ini jalur ini kembali nonaktif.

Remove ads

Jalur terhubung

Lintas aktif

Gundih–Surabaya Pasarturi

Lintas nonaktif

  • Percabangan Gresik–Pelabuhan Gresik
  • Percabangan Indro–Pabrik PT Semen Gresik
  • Percabangan Indro–Pabrik Petrokimia Gresik

Layanan kereta api

Commuter Line Jenggala, tujuan Indro dan tujuan Mojokerto

Daftar stasiun

Ringkasan
Perspektif
Informasi lebih lanjut Nomor, Nama stasiun ...
Remove ads

Referensi

Pranala luar

Loading related searches...

Wikiwand - on

Seamless Wikipedia browsing. On steroids.

Remove ads