Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Taliwang, Sumbawa Barat
ibu kota Kabupaten Sumbawa Barat, Indonesia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Taliwang adalah sebuah kecamatan yang juga merupakan ibu kota kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Remove ads
Sejarah
Geografi
Ringkasan
Perspektif
Kota ini terletak di pesisir barat Pulau Sumbawa.
Batas wilayah
Batas-batas wilayah Kecamatan Taliwang adalah sebagai berikut:[4]
Utara | Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Seteluk |
Timur | Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea |
Selatan | Kecamatan Jereweh |
Barat | Selat Alas |
Iklim
Taliwang memiliki iklim sabana tropis (Aw) dengan curah hujan sedang hingga rendah dari April hingga Oktober dan curah hujan lebat dari November hingga Maret.
Remove ads
Pembagian administrasi
Pemerintahan
Ringkasan
Perspektif
Berikut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumbawa Barat yang berada di Kecamatan Taliwang
Sekretariat
- Sekretariat DPRD
- Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat
Badan
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
- Badan Kepegawaian Daerah
- Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
- Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah
- Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
- Badan Lingkungan Hidup
Dinas
- Dinas Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset
- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil[pranala nonaktif permanen]
- Dinas Pekerjaan Umum
- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
- Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian
- Dinas Tata Ruang Kota
- Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
- Dinas Kebersihan, pertamanan dan PMK
- Dinas Kesehatan
- Dinas Pemuda dan Olahraga
- Dinas Pendidikan
Daftar Datu Taliwang
- Raja-raja Taliwang, kerajaan vasal Majapahit.
- Dewa Lengit Ling Kertasari, kerajaan vasal Sultan Sumbawa, Dewa Maja Paruwa (1623 M).[6]
- Lala Ratna Ayu Kencana Dewi (Putri Raja Taliwang) + Raden Mas Panji Tilar Negara (Putra Mahkota Seleparang), sekitar 1636 M[7]
- Dewa Mas Pamayan (Raden Untalan), menurut sejarawan Belanda H. J. de Graaf, Mas Pamayan adalah putera raja Selaparang yang dilantik menjadi raja Selaparang dan Sumbawa pada 30 November 1648.[7][8]
- Mas Surabaya + Raden Subangsa Pangeran Taliwang, sekitar 1660 M.[9]
- Amas Mattaram Datu Taliwang (bin Raden Subangsa + Mas Surabaya)[10]
- Amasa Samawa Dewa Mas Madinah bin Amas Bantan[11][12]
- Jalaluddin Dewa Ling Gunung Setia (1725-1732)[13]
- I Mappasusung Dewa Sesung Mappadusu (bin Dewa Maja Jereweh Karaeng Jerewe)(1732-1758)
- Gusti Amin (1762-1765)[14]
- Dewa Mappaconga Mustafa Datu Taliwang (1765-1775)
- Pangeran Laya Kesuma
- Gusti Aceh (1762-1765)[15]
- Daeng Mesir bin Sultan Amaroe'llah
- Mohamad Kaharoedin Daeng Mappaconga Datoe Taliwang.[16]
- Muhammad Kaimuddin Daeng Ila
Remove ads
Kuliner
Pariwisata
- Pantai Balad
- Pantai Kertasari
- Pantai Batu Rengala
- Pantai Moro
- Pantai Nangaboru
- Pantai Batupayung
- Danau Lebo
Pranala luar
(Indonesia) Perda No 10 Tahun 2008[pranala nonaktif permanen]
Referensi
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads