Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Botolempangan, Bontoa, Maros
desa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Botolempangan (Lontara Bugis: ᨅᨚᨈᨚᨒᨙᨇᨂ, transliterasi: Botolémpangan; Lontara Makassar: ᨅᨚᨈᨚᨒᨙᨄᨂ, transliterasi: Botolémpangan) adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Botolempangan merupakan salah satu dari 9 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Bontoa yang terletak pada sebelah utara di Kabupaten Maros. Desa Botolempangan berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada (2011-2018). Desa Bontolempangang memiliki luas wilayah 12,59 km² dan jumlah penduduk sebanyak 3.602 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 286,10 jiwa/km² pada tahun 2019. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Lempangan. Desa Botolempangan memiliki potensi yang cukup besar karena terdapat tiga potensi alam yang mendukung di bidang perikanan, bidang pertanian, bidang pertambangan dan berada pada posisi perbatasan Kabupaten Maros dengan Kabupaten Pangkep.[2] Desa ini mudah diakses karena dilintasi oleh Jalan Raya Trans-Sulawesi.
Remove ads
Sejarah
Ringkasan
Perspektif
Penamaan
Nama Desa Botolempangan terdiri dari dua morfem, yaitu Boto dan Lempangan. Boto berarti gelar sebuah nama seseorang yang memiliki keahlian disebut ahli nujum yang artinya dalam bahasa Makassar tau tarrusu atau tunipakammayya kananna. Lempangan berarti nama kampung yang berasal dari bahasa Bugis, yaitu Léppangên yang berarti tempat persinggahan. Léppangên terpengaruh dengan bahasa penduduk setempat dengan bahasa Makassar menjadi kata Lémpangan. Awal pemerintahan Desa Botolempangan disebut koordinator desa di bawah wilayah pemerintahan Distrik Bontoa dipimpin oleh koordinator desa, yaitu Ismail yang bergelar sebagai galla. Desa Botolempangan dipimpin pertama kalinya dengan seorang kepala desa definitif adalah Basrah Daeng Masiga (dipilih secara musyawarah dan disepakati oleh Gallarang Salenrang sebagai kepala desa). Dan kedudukan pusat pemerintahan desa berada di Kampung Lempangan (sekarang Dusun Lempangan) dan di bawah wilayah Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.[2]
Pemekaran
Pada tahun 1992 terjadi pemekaran wilayah kecamatan, maka Desa Botolempangan berada pada wilayah Kecamatan Maros Utara (sekarang nomenklatur Kecamatan Bontoa). Desa Botolempangan awalnya masuk dalam wilayah pemerintahan kecamatan Maros Baru, namun pada tanggal 23 Mei 1992 desa ini masuk dalam wilayah pemerintahan kecamatan Maros Utara (sekarang bernama kecamatan Bontoa) yang dimekarkan menjadi kecamatan baru. Pemekaran wilayah tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 1992 Pasal 5 Ayat 1 dan 2.
Wilayah Desa Botolempangan setelah terbentuknya desa pada tahun 1965 di bawah wilayah pemerintahan Kecamatan Bantimurung terdiri dari 6 kampung, yaitu Kampung Lempangan, Kampung Salenrang, Kampung Pannambungan, Kampung Ujung Bulu, Kampung Mangemba, dan Kampung Tangaparang. Pusat pemerintahan desa berkedudukan di Kampung Lempangan. Pada tahun 1992 pemekaran Kecamatan di Kabupaten Maros, terbentuk kecamatan definitif baru, yaitu Kecamatan Maros Utara dan Desa Botolempangan berada di bawah pemerintahan Kecamatan Maros Utara. Selanjutnya terjadi pemekaran desa, Desa Botolempangan di mekarkan dengan membentuk desa definitif baru, yaitu Desa Salenrang (sejak 20 November 1989 bernama Desa Persiapan Salenrang). Adapun wilayah kampung/dusun Desa Botolempangan setelah pemekaran adalah Dusun Lempangan, Dusun Ujung Bulu, Dusun Mangemba, Dusun Tangaparang, dan Dusun Tamangesang (hasil pemekaran Dusun Tangaparang pada tahun 2000).[2]
Riwayat kepala kampung/kepala dusun
Estapet kepemimpinan kepala kampung atau kepala dusun wilayah Desa Botolempangan sebagai berikut:
- Kampung Lempangan
- Muhammad (gelar Gallarang)
- Lewa (gelar Gallarang)
- Borro (gelar Gallarrang)
- Mangngasi (gelar Gallarrang)
- Ismail/Samaila (gelar Gallarrang)
- Kolleng (gelar Gallarrang)
- Mansyur (gelar Rukun Kampung/RK)
- H. Ambo Upa (gelar Kepala Dusun)
- Rahmani (gelar Kepala Dusun)
- Kampung Ujung Bulu
- Janggo (gelar Matoa)
- Makkasau (gelar Matoa)
- H. Muh. Nur (gelar Matoa)
- Taji Daeng Sikki (gelar Rukun Kampung/RK)
- M. Alwi Daeng Nanrang (gelar Kepala Dusun)
- H. Amir Turu (gelar Kepala Dusun)
- Abd. Gaffar (gelar Kepala Dusun)
- H. Mustang (gelar Kepala Dusun)
- Kampung Mangemba
- Kambara (gelar Matoa)
- Tani (gelar Matoa)
- Hamzah (gelar Matoa)
- H. Muhammad Arsyad (gelar Kepala Dusun)
- Kampung Tangaparang
- Taru (gelar Matoa)
- Daeng Manyare (gelar Matoa)
- Dongi (gelar Matoa)
- Bampe (gelar Matoa)
- Nape (gelar Matoa)
- Nakku (gelar Matoa)
- Sunre (gelar Matoa)
- H. Yakka Daeng Naba (gelar Kepala Dusun)
- H. Hamir (gelar Kepala Dusun)
- H. Madeamin (gelar Kepala Dusun)
- Abdul Azis (gelar Kepala Dusun)
- Syamsul Bahri (gelar Kepala Dusun)
- Kampung Tamangesang
- Sakka (gelar Kepala Dusun)
- Lewanuddin (gelar Kepala Dusun)
- Sapri K. (gelar Kepala Dusun)
Remove ads
Kondisi geografis
Ringkasan
Perspektif
Pusat pemerintahan Desa Botolempangan berjarak 11 km dari pusat pemerintahan Kecamatan Bontoa di Panjallingan, Kelurahan Bontoa dan 12 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Maros di Kelurahan Pettuadae, Turikale.
Topografi
Seluruh wilayah di Desa Botolempangan yang terdiri atas lima dusun diklasifikasikan sebagai wilayah dataran rendah dengan ketinggian bervariasi antara 0–80 mdpl. Satu dusun berada pada wilayah dataran dan empat dusun berada pada wilayah punggung bukit. Wilayah Desa Botolempangan terdiri atas wilayah pegunungan, pertanian, tambak, pemukiman, dan lain-lain.
Penggunaan tanah di Desa Botolempangan sebagian besar diperuntukan untuk tanah pertanian sawah dan kolam tambak ikan bandeng/udang windu sedangkan sisanya untuk tanah kering yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.[2]
Orbitrasi
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Botolempangan adalah sebagai berikut:
- Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan (Panjallingan): 11 km
- Jarak dari pusat pemerintahan kabupaten (Turikale): 12 km
- Jarak dari pusat pemerintahan provinsi (Makassar): 42 km
Sungai
- Sungai Kalibone
- Sungai Sikapaya
- Sungai Tampala
Batas wilayah
Desa Botolempangan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Remove ads
Kondisi demografis
Ringkasan
Perspektif
Etnis dan bahasa
Penduduk Desa Botolempangan dihuni oleh dua suku mayoritas, yaitu Suku Bugis dan Suku Makassar. Suku Makassar di desa ini merupakan penciri penutur Bahasa Makassar Dialek Lakiung yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sementara Suku Bugis di desa ini menuturkan Bahasa Bugis Dialek Maros sebagaimana penelitian Geografi Dialek Bahasa Bugis (1985) oleh linguis Timothy Friberg dan Barbara Friberg. Mayoritas Suku Makassar menghuni wilayah Dusun Lempangan dan Dusun Ujung Bulu. Sedangkan mayoritas Suku Bugis menghuni wilayah Dusun Mangemba, Dusun Tangaparang, dan Dusun Tamangesang. Dan mayoritas penduduk Desa Botolempangan beragama Islam.
Mata pencaharian
Karena Desa Botolempangan merupakan desa pertanian, maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Mata pencaharian lainnya adalah buruh, PNS/karyawan, wiraswasta, dan TNI/Polri.[2]
Jumlah penduduk
Desa Botolempangan memiliki luas 12,59 km² dan penduduk berjumlah 3.683 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 292,53 jiwa/km² pada tahun 2021. Adapun rasio jenis kelamin penduduk Desa Botolempangan pada tahun tersebut adalah 97,80. Artinya, tiap 100 penduduk perempuan ada sebanyak 97 penduduk laki-laki. Berikut ini adalah data jumlah penduduk Desa Botolempangan dari tahun ke tahun:
Pendidikan
Masyarakat Desa Botolempangan sudah berhasil melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi bahkan sudah ada yang mencapai gelar S2 dan berkiprah di pemerintahan dan akademisi yang ada di Kota Makassar. Namun demikan, masih banyak diantara masyarakat yang belum melanjutkan pendidikannya bahkan putus sekolah di semua jenjang pendidikan disebabkan karena faktor ekonomi dan sarana prasarana pendidikan yang sangat terbatas dan sarana prasarana pendukung lainnya seperti akses jalan yang masih kurang.
Rukun tetangga
|
Rukun warga
|
Blok sensus
|
Remove ads
Pemerintahan
Ringkasan
Perspektif

Pembagian wilayah administrasi
Dusun
Desa Botolempangan memiliki lima wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V (lima) berupa dusun sebagai berikut:
- Dusun Lempangan
- Kampung Bakunga
- Dusun Mangemba
- Kampung Bulu Toa
- Dusun Tamangesang
- Kampung Baru
- Dusun Tangaparang
- Dusun Ujung Bulu
- Kampung Tiua
Rukun warga
Desa Botolempangan memiliki 5 wilayah pembagian administrasi berupa rukun warga (RW) sebagai berikut:
- RW 001 Dusun Lempangan
- RW TBA
- RW 003 Dusun Mangemba
- RW TBA
- RW TBA
Rukun tetangga
Desa Botolempangan memiliki 18 wilayah pembagian administrasi berupa rukun tetangga (RT) sebagai berikut:
- RT 001/RW 001 Dusun Lempangan
- RT 002/RW 001 Dusun Lempangan
- RT 003/RW 001 Dusun Lempangan
- RT 004/RW 001 Dusun Lempangan
- RT 001/RW 003 Dusun Mangemba
- RT 002/RW 003 Dusun Mangemba
- RT 001/Dusun Ujung Bulu
- RT 002/Dusun Ujung Bulu
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
- RT TBA
Daftar kepala desa
Berikut ini adalah daftar kepala desa di Desa Botolempangan dari masa ke masa sejak pembentukannya pada tahun 1965:
Daftar kepala dusun
Kepala Dusun Tamangesang
- TBA
Kepala Dusun Ujung Bulu
- TBA
Kepala Dusun Lempangan
- TBA
Kepala Dusun Tangaparang
- Syamsul Bahri, S.M. (2022)
Kepala Dusun Mangemba
- Darwis (2022)
Daftar sekretaris desa
Berikut ini adalah daftar sekretaris desa di Desa Botolempangan:
Perangkat desa
- BPD Botolempangan
- BUMDes Lempangan Jaya
- PKK Desa Botolempangan
Fasilitas
- Kantor Desa Botolempangan
Remove ads
Desa wisata
Ringkasan
Perspektif

Desa Botolempangan telah menjadi salah satu desa wisata dengan sajian pemandangan karst yang unik. Bernama Destinasi Wisata Karts Ujung Bulu yang terletak Dusun Ujung Bulu. Estetika keindahan alam di Destinasi Wisata Karts Ujung Bulu tak hanya menampilkan keelokan alam, namun menawarkan nilai yang kaya akan sejarah, seperti menyajikan panorama bebatuan labirin, yang terintegrasi dengan Geopark Nasional Maros-Pangkep. Panorama keindahan alam Istana Karst tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan destinasi-destinasi wisata alam lainnya yang ada di Kabupaten Maros, perpaduan antara karst dan danau dan pepohonan yang masih hijau menandakan semua masih alami. Di kawasan istana karst masih sering dijumpai binatang endemik berupa dare' (Macaca maura), meskipun tergolong liar tapi aman bagi pengunjung. Masyarakat Desa Botolempangan masih mempertahankan budaya santun dengan pengunjung sehingga setiap pengunjung mudah berbaur dengan masyarakat. Panorama keindahan batuan karts, persawahan, tambak dan keindahan pegunungan, disertai gua-gua yang mempunyai peninggalan prasejarah, adat-istiadat di area sekitar istana karts masih kental dalam kehidupan sehari-hari.
Remove ads
Indeks desa membangun
Ringkasan
Perspektif
Data informasi mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) berperan membantu upaya pemerintah dalam memahami kondisi desa. Data yang diekspos sangat penting dalam perencanaan agar setiap tahun ada peningkatan status desa. Setiap tahun status desa diperbarui sesuai dengan capaian yang ada dalam indeks desa membangun. Tim ahli IDM yang menilai terdiri dari tenaga ahli bidang infrastruktur, pengembangan masyarakat desa, perencanaan partisipatif, dan pelayanan sosial dasar. IDM ini mengukur aspek indeks pembangunan desa, yakni ketahanan sosial, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi. Indeks Desa Membangun meliputi kategori sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Kategori desa mandiri adalah kategori ideal yang ingin dicapai.
Pada tahun 2020, prestasi Indeks Desa Membangun (IDM) dari Desa Botolempangan mendapatkan raihan nilai 0,6651 dan diklasifikasikan dengan status desa berkembang di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Remove ads
APBD desa
Tahun 2020
Tahun 2022
- Pendapatan: Rp 1.809.507.000,00
- Belanja: Rp 1.831.606.382,00
Tempat menarik
- Gunung Batu Tamangesang, Dusun Tamangesang
- Kampung Wisata Istana Karst Ujung Bulu, Dusun Ujung Bulu
- Situs Bulu Sipong, Dusun Tangaparang
- Gua Bulu Sipong I, Dusun Tangaparang
- Gua Bulu Sipong II, Dusun Tangaparang
- Gua Bulu Sipong III, Dusun Tangaparang
- Leang Botting, Dusun Tangaparang
Tempat ibadah
- Masjid Baital Faizin, Dusun Lempangan
- Masjid Baitul Mu'minin, Dusun Mangemba
- Masjid Baitussalihin, Dusun Tangaparang
- Masjid Al Gazali, Dusun Tamangesang
- Masjid Nurul Huda, Dusun Ujung Bulu
Pendidikan
Daftar sekolah
Sarana prasarana pendidikan terdiri dari tiga unit Taman Kanak-kanak (TK), dan tiga unit Sekolah Dasar (SD). Saat ini di Desa belum terdapat sekolah tingkat SLTP maupun SMA yang akan menjadi salah satu program prioritas pemerintah desa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat desa. Sebagai langkah awal, saat ini pemerintah desa merintis sebuah lembaga pendidikan madrasah tingkat SLTP dimana siswa-siswi direkrut dari tamatan SD yang tidak lanjut/putus sekolah.
- KB Al-Fathinah Mangemba, Dusun Mangemba
- KB Nusantara Tamangesang, Dusun Tamangesang
- KB Perintis, Dusun Lempangan
- PAUD Lestari, Dusun Tangaparang
- Sanggar Taman Pendidikan Al-Qur'an Mangemba, Dusun Mangemba
- UPTD SD Negeri 71 Inpres Lempangan, Jl. Poros Maros-Pangkep, Dusun Lempangan
- UPTD SD Negeri 166 Inpres Mangemba, Dusun Mangemba
- UPTD SD Negeri 36 Tangaparang, Dusun Tangaparang
- MA Al-Wasi Bontoa, Dusun Ujung Bulu
- MTs Al-Wasi Bontoa, Dusun Ujung Bulu
Remove ads
Kesehatan
Sarana
- 2010: TBA Posyandu
- 2011: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2012: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2013: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2014: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2015: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2016: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2017: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2018: 1 buah Pustu, 1 buah Poskesdes, & 5 buah Posyandu
- 2019: TBA buah Poskesdes & TBA Posyandu
- 2020: TBA buah Poskesdes & TBA Posyandu
Remove ads
Keamanan
Fasilitas
- 2010: TBA buah pos ronda
- 2011: 5 buah pos ronda
- 2012: 5 buah pos ronda
- 2013: 5 buah pos ronda
- 2014: 5 buah pos ronda
- 2015: 5 buah pos ronda
- 2016: 5 buah pos ronda
- 2017: 5 buah pos ronda
- 2018: 5 buah pos ronda
- 2019: 5 buah pos ronda
- 2020: TBA buah pos ronda
Iklim
Iklim Desa Botolempangan, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa.[2]
Pertanian
Lahan pertanian di Desa Botolempangan khususnya lahan persawahan sangat memberi potensi yang cukup besar karena memiliki luas areal persawahan 350 Ha. Jika sawah tersebut diolah dengan baik akan dapat memberiakan hasil panen sampai dua kali setahun dengan dukungan pengairan teknis maka dapat menghasilkan produksi gabah/padi yang cukup mensejahterakan rakyat.[2]
Perikanan
Bidang perikanan juga termasuk potensi yang cukup besar dengan luas tambak 190 Ha dapat menghasilkan produksi udang windu dan ikan bandeng bahkan ikan tawar lainnya. Hal ini dapat memberikan kontribusi untuk konsumsi ikan di Kota Makassar dan daerah lainnya. Udang windu merupakan komoditas ekspor yang bisa menghasilkan devisa.[2]
Fasilitas
- Dermaga Nelayan Botolempangan
Peternakan

Bidang peternakan merupakan salah satu potensi yang menjanjikan untuk dikembangkan seperti peternakan sapi, kambing, ayam, dan itik karena ketersediaan lahan yang mendukung pengembangan usaha peternakan misalnya tersedianya lahan untuk pengembangbiakan sapi maupun penggemukan.[2]
Infrastruktur
Sarana prasarana perhubungan
Desa Botolempangan berada pada Jalan Raya Trans-Sulawesi (Poros Maros-Pangkep). Selain itu, ada jalan alternatif yang bisa menghubungkan antar dusun di Desa Botolempangan dan menghubungkan dengan satu kecamatan di Kabupaten Pangkep, yaitu Kecamatan Balocci. Untuk sampai ke lokasi desa ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan mobil atau motor dengan jarak tempuh sekitar satu setengah jam dari Kota Turikale ke arah utara perbatasan Kabupaten Pangkep. Selain itu bisa menempuhnya menggunakan jalur sungai dari Sungai Kalibone dengan menggunakan perahu Jolloro' atau katinting. Sungai Kalibone bermuara ke Selat Makassar sehingga perahu-perahu dari gugusan pulau kecil di sekitarnya dapat masuk menuju ke desa ini. Di Dusun Ujung Bulu, saat ini sedang dalam proses pengerjaan jalur kereta api Makassar–Parepare.
- Jalur rel kereta api, Dusun Ujung Bulu dan Dusun Lempangan
- Jalan Poros Maros-Pangkep
Riwayat bencana
Desa Botolempangan salah satu desa yang telah terdampak lama dengan krisis air bersih di Kecamatan Bontoa pada musim kemarau. Terkadang mereka membeli air bersih dalam bentuk jeriken. Pada 29 Mei 2022, masyarakat Desa Botolempangan merasa senang karena mereka telah menemukan sumber mata air yang berada di Leang Botting. Sumber mata air tersebut nantinya akan ditampung pada tempat penampungan air yang dibangun oleh pemerintah Desa Botolempangan.
- 20 Februari 2022: angin puting beliung
Kuliner desa
- Cucuru' bayao
- Barongko
- Onde-onde/klepon
Organisasi kemasyarakatan/perkumpulan
- Karang Taruna Desa Botolempangan
- Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Botolempangan
Galeri foto
- Sebuah rumah dekat lokasi wisata Istana Karst Ujung Bulu
- Objek Wisata Istana Karst Ujung Bulu
- Pemandangan nyiur di lokasi wisata Istana Karst Ujung Bulu
- Gua Labirin
- Cendera mata di lokasi wisata Istana Karst Ujung Bulu
Lihat pula
Referensi
Pranala luar
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads