Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif

Kabupaten Karo

kabupaten di Provinsi Sumatera Utara Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Kabupaten Karo
Remove ads

Kabupaten Karo (Surat Batak: ᯂᯒᯨ) adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kecamatan Kabanjahe.[8][9]

Fakta Singkat Transkripsi bahasa daerah, • Surat Batak ...

Kabupaten Karo memiliki luas wilayah 2.127,25 km² dan jumlah penduduk pada tahun 2022 sebanyak 412.427 jiwa, dengan kepadatan 194 jiwa/km², dan pada akhir 2024, penduduk Kabupaten Karo sebanyak 422.495 jiwa.[2] Beberapa warga Kabupaten Karo merupakan penganut penghayat kepercayaan Pemena.[3]

Kabupaten Karo berlokasi di Dataran Tinggi Karo, Pegunungan Bukit Barisan. Terletak sejauh 77 km dari Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada di ketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16-17°C.

Remove ads

Sejarah

Kerajaan Karo

Kabupaten Karo saat ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Haru. Selanjutnya juga pernah ada 5 kebayakan (kerajaan) di Tanah Karo:

  1. Kerajaan Sibayak Lingga (asal mula marga Karokaro Sinulingga)
  2. Kerajaan Sibayak Sarinembah (asal mula marga Sembiring Meliala)
  3. Kerajaan Sibayak Suka (asal mula marga Ginting Suka)
  4. Kerajaan Sibayak Barusjahe (asal mula marga Karokaro, Barus)
  5. Kerajaan Sibayak Kutabuluh (asal mula marga Peranginangin)
Remove ads

Geografi

Thumb
Perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Deli Serdang.

Batas wilayah

Kabupaten Karo memiliki batas wilayah yaitu sebagai berikut:

UtaraKabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
TimurKabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir
SelatanKabupaten Dairi
BaratKabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)

Secara geografis, Kabupaten Karo terletak pada koordinat 02° 50' sampai 03° 19' Lintang utara dan 97° 55' sampai 98° 38' Bujur timur.[butuh rujukan]

Sungai

Kabupaten Karo yang terletak di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut, merupakan daerah hulu sungai (DHS) bagi sejumlah sungai primer di Provinsi Sumatera Utara. Tidak kurang 50 buah sungai ada di daerah ini. Sebagian besar bermuara ke Selat Malaka atau Pantai Timur sedangkan 1 buah bermuara ke Danau Toba. Sungai-sungai yang bermuara ke Pantai Timur adalah Lau Biang, Lau Bengap, Lau Borus, Lau Gunung dan lain-lain. Sementara sungai yang bermuara ke Danau Toba adalah sungai yang mewujudkan Air Terjun Sipisopiso.[butuh rujukan]

Remove ads

Air Terjun

Ringkasan
Perspektif

Kabupaten Karo memiliki keindahan alam yang membuat para wisatawan banyak datang ke Kabupaten Karo. Salah satu penarik wistawan untuk berkunjung adalah wisata alam air terjun. Salah satu air terjun yang banyak dikunjungi para wisatawan adalah Air terjun Sikulikap. Air terjun Sikulikap ini berlokasi di Desa Doulu Tanah Berastagi, Martelu, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara 20357. Lokasinya tepat dibawah daerah penatapan Doulu. Air terjun ini memiliki ketinggian mencapai hingga 30 meter. Dalam bahasa lokal daerah tersebut, Air terjun Sikulikap disebut sebagai Sampuren Sikulikap.[butuh rujukan]

Gunung

Di daerah daratan tinggi Kabupaten Karo dan sepanjang Pegunungan Bukit Barisan terdapat sejumlah puncak atau gunung. Dua di antaranya gunung berapi aktif yaitu: Gunung Sinabung (2412 meter) dan Gunung Sibayak (2172 meter). Selain kedua gunung berapi tersebut, masih terdapat sejumlah gunung lainnya yang tinggi belum diukur seperti Gunung Ketaren, Gunung Barus, Gunung Sibuatan, Gunung Macik, Gunung Sipiso-piso, Gunung Sembah Bala, Gunung Kutu, Gunung Pabo, Gunung Singkut, Gunung Gajah, Gunung Pertekteken dan lainnya.[butuh rujukan]

Danau

Di Kabupaten Karo terdapat dua buah danau yang cukup luas dan terkenal yaitu sebagian Danau Toba (Tongging) dan Danau Lau Kawar yang memiliki luas lebih kurang 200 Ha. Danau Lau Kawar ini diapit oleh alam pegunungan yang dikelilingi hutan tropis. Di tepi Danau Lau Kawar terbentang lahan seluas 3 hektare yang digunakan turis lokal maupun asing untuk berkemah.[butuh rujukan]

Daerah ketinggian

Kabupaten Karo terletak pada ketinggian 140 sampai dengan 1.400 meter di atas permukaan laut dengan perbandingan luas sebagai berikut:[butuh rujukan]

Informasi lebih lanjut Ketinggian, Luas ...

Bila dilihat dari sudut kemiringan atau lereng tanahnya dapat dibedakan sebagai:[butuh rujukan]

Informasi lebih lanjut Karakter, Luas ...

Iklim

Oleh karena letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa, wilayah Kabupaten Karo beriklim tropis dengan tipe iklim (Af). Sebagai akibat dari daerah beriklim tropis, wilayah kabupaten ini mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan pertama mulai bulan September sampai dengan bulan Januari dan musim kedua pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei, sedangkan musim kemarau biasanya berlangsung pada bulan Februari, Juni, dan Juli. Curah hujan tahunan berkisar antara 1000–4000 mm per tahun. Suhu udara rata-rata di Kabupaten karo berkisar antara 17°–20 °C. Tingkat kelembapan nisbi rata-rata adalah ±82%.[10]

Informasi lebih lanjut Data iklim Kabanjahe, , Sumatera Utara, Indonesia, Bulan ...
Remove ads

Pemerintahan

Ringkasan
Perspektif

Bupati dan wakil bupati

Bupati Karo adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Karo. Bupati Karo bertanggung jawab kepada gubernur Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Karo ialah Antonius Ginting, dengan wakil bupati Komando Tarigan. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Karo 2024. Antonius Ginting merupakan bupati Karo ke-20 setelah kabupaten ini didirikan, dan pada periode sebelumnya, setelah Cory Sriwaty Sebayang 3,5 tahun menjabat sebagai bupati Karo. Antonius dan Komando dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di DKI Jakarta.[14]

Informasi lebih lanjut No, Bupati ...

Dewan perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karo dalam tiga periode terakhir.

Informasi lebih lanjut Partai Politik, Jumlah Kursi dalam Periode ...

Kecamatan

Thumb
Pembagian wilayah kecamatan di Kabupaten Karo.

Sesuai dengan yang tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri No.118 tahun 1991 dan Surat Keputusan Gubernur KDH Tkt I Provinsi Sumatera Utara No. 138/21/1994 tanggal 21 Mei 1994 tentang data wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dan Sumatera Utara serta Peraturan Daerah Kabupaten Karo No.04 tentang Pembentukan Kecamatan Dolat Rayat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiganderket serta pemindahan Ibu kota Kecamatan Payung.

Kabupaten Karo terdiri dari 17 kecamatan, 10 kelurahan, dan 259 desa dengan luas wilayah mencapai 2.127,25 km² dan jumlah penduduk sekitar 404.998 jiwa (2020) dengan kepadatan penduduk 190 jiwa/km².[17][8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karo, adalah sebagai berikut:

Informasi lebih lanjut Kode Kemendagri, Kecamatan ...
Remove ads

Demografi

Ringkasan
Perspektif

Suku bangsa

Thumb
Pakaian adat pernikahan etnis Batak Karo.

Mayoritas dan penduduk asli dari Kabupaten Karo adalah etnis Batak Karo, dan tersebar di semua kecamatan Kabupaten Karo. Selain itu, ada sebagian lagi etnis terdekat Batak Karo yakni etnis Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Simalungun, dan Batak Angkola. Ada pula sebagian kecil suku pendatang lainnya seperti Jawa, Minangkabau, Aceh dan Tionghoa-Indonesia, yang umumnya banyak terdapat di Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Berastagi, serta kecamatan perbatasan dengan Provinsi Aceh, seperti di Kecamatan Mardingding dan Kecamatan Laubaleng.

Agama

Thumb
Gereja Batak Karo Protestan di Kecamatan Kabanjahe.

Penduduk di Kabupaten Karo umumnya adalah etnis Batak Karo dan mayoritas menganut agama Kekristenan. Berdasarkan data GIS Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Tahun 2020, penduduk yang beragama Kekristenan sebanyak 73,3%, dimana Kristen Protestan 58,22% dan Kristen Katolik 15,08%. Selain itu agama Islam juga dianut sebagian kecil penduduk Kabupaten Karo, yakni mencapai 25,9% dan selebihnya menganut agama Buddha yakni 0,4% dan Hindu 0,03% dan umumnya berada di Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Berastagi.[3]

Jumlah rumah ibadah menurut jenis rumah ibadah pada tahun 2021 di Kabupaten Karo sebagai berikut:[3]

  • Gereja Kristen Protestan sebanyak 766 bangunan.
  • Gereja Kristen Katolik sebanyak 149 bangunan.
  • Masjid sebanyak 229 bangunan dan 4 musholah.
  • Pura sebanyak 6 bangunan.
  • Wihara sebanyak 4 bangunan.
Informasi lebih lanjut Agama di Kabupaten Karo 2020 ...
Remove ads

Pariwisata

Thumb
Sampuren Lau Beteneng di Desa Pola Tebu, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo.

Objek wisata

Kabupaten Karo memiliki tempat wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa wisata andalan yang ada di Kabupaten Karo ialah;

Remove ads

Referensi

Lihat pula

Pranala luar

Loading related searches...

Wikiwand - on

Seamless Wikipedia browsing. On steroids.

Remove ads