Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Stasiun Bumiayu
stasiun kereta api di Indonesia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Stasiun Bumiayu (BMA) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Dukuhturi, Bumiayu, Brebes. Stasiun yang terletak pada ketinggian +236,45 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto.
Sekitar 1 km ke arah timur dari stasiun ini terdapat Jembatan Sakalibel (Jembatan Kali Keruh) yang memiliki panjang 280 meter.[3] Jembatan ini merupakan jembatan KA terpanjang di Daop V.
Remove ads
Bangunan dan tata letak

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus ditambah tiga sepur badug (dua di sisi timur dan satu di sisi barat stasiun). Sejak pengoperasian penuh jalur ganda segmen Kretek–Prupuk per 1 Desember 2011[4] dengan segmen parsial pada segmen Bumiayu–Prupuk, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 sedikit digeser dan dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Kroya saja, jalur 3 juga sedikit digeser dan dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Prupuk, dan jalur 4 ditambahkan pada sisi utara emplasemen stasiun sebagai sepur belok baru. Sepur badug di stasiun ini juga diubah sehingga menjadi ada satu di sisi barat (menyambung di jalur 4) dan satu di sisi timur (bercabang dari jalur 1).
Per Maret 2023 stasiun ini sudah dilengkapi kanopi (overcapping) sehingga para penumpang tidak lagi kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu maupun naik turun kereta api. Peron di stasiun ini sedikit diperpanjang ke arah timur sehingga mempermudah para penumpang naik turun kereta api.
Remove ads
Layanan kereta api
Ringkasan
Perspektif
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 21 Maret 2025.[5]
Antarkota
Aglomerasi
Remove ads
Insiden
- Pada tanggal 6 Maret 2009 pukul 12.30, dua gerbong kereta api pengangkut BBM anjlok sekitar 300 meter dari Stasiun Bumiayu.[6] Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[7]
- Pada tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 21.30 WIB, Jembatan Kali Glagah lama peninggalan kolonial yang terletak di petak Bumiayu–Linggapura ambruk karena diterjang banjir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi akibatnya selama beberapa hari kereta yang melewati petak tersebut sempat dialihkan ke lintas selatan Jawa melalui Bandung dan jalur utara melalui Semarang. Barulah keesokan harinya, jalur KA di petak tersebut dinyatakan sudah bisa dilewati, tetapi untuk sementara hanya satu jalur saja yang bisa digunakan.[8][9] Akhirnya per 15 April 2023, pembangunan jembatan baru sebagai pengganti jembatan lama tersebut rampung dikerjakan sehingga perjalanan kereta api di petak tersebut kembali normal.
Galeri
- Sisi barat Stasiun Bumiayu
- Jalur 1 Stasiun Bumiayu (diambil dari KA Bengawan)
- Papan nama utama Stasiun Bumiayu
- Pegunungan Seribu yang terletak di sebelah timur Stasiun Bumiayu
- Panorama Pegunungan Seribu dari Stasiun Bumiayu
- Pegunungan Seribu setelah melewati Stasiun Bumiayu ke arah Stasiun Purwokerto
- Suasana pada emplasemen Stasiun Bumiayu pada Oktober 2023
- Tuas wesel zaman dahulu di sisi stasiun
- Pemandangan pegunungan di sisi selatan stasiun
Remove ads
Referensi
Pranala luar
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads