Kerajaan Melayu

kerajaan berasal dari Sumatra Tengah / From Wikipedia, the free encyclopedia

Kerajaan Melayu (juga dikenal sebagai Malayu, Malayapura atau Kerajaan Dharmasraya atau Kerajaan Jambi; Hanzi: 末羅瑜國; Pinyin: Mòluóyú Guó, penyebutan bahasa Tiongkok pertengahan yang direkonstruksi mat-la-yu kwok)[1][2][3] merupakan sebuah nama kerajaan yang berada di Pulau Sumatra. Dari bukti dan keterangan yang disimpulkan dari prasasti dan berita dari Tiongkok, keberadaan kerajaan yang mengalami naik turun ini dapat diketahui dimulai pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga, pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan diawal abad ke-15 berpusat di Suruaso[4] atau Pagaruyung.[5]

Quick facts: Kerajaan Melayu, Ibu kota, Bahasa yang u...
Kerajaan Melayu
645 - 682
1028 - 1286
1347 - ....
Peta Suvarnabhumi berdasarkan teori yang diterima umum. Pusat Kerajaan Dharmasraya yang juga terkait dengan situs Candi Padangroco adalah Aliran sungai Batanghari, di Jorong Sungai Langsat atau di hulunya yang terletak di pedalaman Mināṅgakabwa, Sumatera (sekarang Dharmasraya dan Solok).
Peta Suvarnabhumi berdasarkan teori yang diterima umum. Pusat Kerajaan Dharmasraya yang juga terkait dengan situs Candi Padangroco adalah Aliran sungai Batanghari, di Jorong Sungai Langsat atau di hulunya yang terletak di pedalaman Mināṅgakabwa, Sumatera (sekarang Dharmasraya dan Solok).
Ibu kotaMinanga
Dharmasraya
Pagaruyung
Bahasa yang umum digunakanMelayu Kuno, Sanskerta
Agama
Buddha Vajrayana, Buddha Mahayana, Buddha Hinayana, Hindu
PemerintahanMonarki
Maharaja 
 1183
Trailokyaraja
 1286 - 1316
Tribhuwanaraja
 1316 - 1347
Akarendrawarman
 1347 - 1375
Adityawarman
 1375 - 1417
Ananggawarman
 1417 - 1440
Wijayawarman
 1440 - 1470
Puti Panjang Rambut II
Mata uangKoin emas dan perak
Didahului oleh
Digantikan oleh
Blank.png Kerajaan Kandali
Blank.png Chola
Sriwijaya Blank.png
Majapahit Blank.png
Sekarang bagian dari
Close

Kerajaan ini berada di pulau Swarnadwipa atau Swarnabumi (Thai:Sovannophum) yang oleh para pendatang disebut sebagai pulau emas yang memiliki tambang emas, dan pada awalnya mempunyai kemampuan dalam mengontrol perdagangan di Selat Melaka sebelum akhirnya terintegrasi dengan Kerajaan Sriwijaya (Thai:Sevichai) pada tahun 682.[6]

Penggunaan kata Melayu, telah dikenal sekitar tahun 100–150 seperti yang tersebut dalam buku Geographike Sintaxis karya Ptolemy yang menyebutkan maleu-kolon.[7] Kemudian dalam kitab Hindu Purana pada zaman Gautama Buddha terdapat istilah Malaya dvipa yang berarti "Pulau Melayu".