cover image

Protestanisme

divisi dalam Kekristenan, berasal dari Reformasi di abad ke-16 melawan Gereja Katolik Roma, yang menolak doktrin supremasi paus dan sakramen / From Wikipedia, the free encyclopedia

Protestanisme atau Kristen Protestan adalah cabang Kekristenan[lower-alpha 1] yang menganut akidah-akidah Reformasi Protestan, yakni pergerakan yang muncul pada abad ke-16 dengan tujuan mereformasi Gereja Katolik dari hal-hal yang dianggap sebagai kekeliruan, penyelewengan, dan ketidaksesuaian.[1][lower-alpha 2]

Lutherstadt_Wittenberg_09-2016_photo06.jpg
Pintu Gereja Semua Orang Kudus di Wittenberg, tempat Martin Luther memampang Sembilan Puluh Lima Dalilnya pada tahun 1517. Sembilan Puluh Lima Dalil, yang menjabarkan keprihatinannya atas berbagai perkara yang ia pandang sebagai penyelewengan dan kebobrokan Gereja Katolik, memunculkan Kristen Protestan sebagai salah satu agama besar dunia.

Protestanisme menitikberatkan ajaran pembenaran orang-percaya oleh Allah di dalam iman semata-mata (sola fide), bukannya oleh iman beserta amal baik sebagaimana diajarkan Gereja Katolik; ajaran bahwa keselamatan datang berkat kasih karunia Allah atau merupakan "anugerah cuma-cuma" belaka (sola gratia); ajaran imamat am orang-percaya; dan ajaran bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kewibawaan bagi iman dan amalan Kristen (sola scriptura).[2][3] Umat Protestan menolak doktrin supremasi paus yang diajarkan Gereja Katolik, dan menganut beragam pandangan menyangkut jumlah sakramen, kehadiran nyata Kristus di dalam Ekaristi, maupun hal ihwal tatanan gerejawi dan suksesi apostolik.[4][5] Beberapa denominasi Protestan dan golongan Protestan nondenominasional lazimnya tidak menghiraukan perkara-perkara teologis tersebut, dan hanya fokus kepada persepsi mereka tentang ajaran-ajaran Kristen yang sudah gamblang di dalam Alkitab itu sendiri. Kelima solae Lutheran dan Kalvinis merangkum perbedaan-perbedaan akidah yang paling mendasar dengan Gereja Katolik.[2] Dewasa ini, Protestanisme merupakan corak Kekristenan terbesar-kedua, dengan jumlah total pemeluk mencapai 800 juta sampai 1 miliar jiwa di seluruh dunia, atau kurang lebih 37% dari keseluruhan umat Kristen.[6][7][lower-alpha 3]

Reformasi Protestan bermula di Kekaisaran Romawi Suci[lower-alpha 4] pada tahun 1517, tatkala Martin Luther menerbitkan Sembilan Puluh Lima Dalilnya sebagai reaksi terhadap penyelewengan-penyelewengan dalam penjualan indulgensi oleh Gereja Katolik, yang dimaksudkan sebagai pemberian remisi hukuman temporer atas dosa-dosa kepada pembelinya.[9] Meskipun demikian, istilah protestan dipetik dari surat protes yang dilayangkan pangeran-pangeran Lutheran Jerman pada tahun 1529 untuk menggugat maklumat Rapat Negara di Speyer yang membidatkan ajaran-ajaran Martin Luther.[10]

Pada abad ke-16, mazhab Lutheran menyebar dari Jerman[lower-alpha 5] ke Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia.[11] Mazhab Kalvinis disebarluaskan di Jerman,[lower-alpha 6] Hongaria, Belanda, Skotlandia, Swiss, dan Prancis oleh para reformator Protestan seperti Yohanes Kalvin, Huldrych Zwingli, dan John Knox.[12] Pemisahan politis gereja Inggris dari Takhta Suci pada masa pemerintahan Raja Henry VIII memunculkan mazhab Anglikan, yang melibatkan Inggris dan Wales ke dalam pergerakan Reformasi Protestan di Eropa Daratan, di bawah kepemimpinan Thomas Cranmer, reformator yang berjasa menempa doktrin dan jati diri mazhab Anglikan.[lower-alpha 7]

Umat Protestan telah mengembangkan secara ekstensif suatu budaya khas yang sudah banyak bermanfaat di bidang pendidikan, humaniora dan ilmu pengetahuan, politik dan tatanan sosial, ekonomi dan kesenian, maupun berbagai bidang lain.[13] Alih-alih merupakan suatu struktur tunggal seperti Gereja Katolik, Kristen Ortodoks Timur, maupun Kristen Ortodoks Oriental, Protestanisme merupakan suatu kemajemukan, lantaran terbagi-bagi menjadi banyak denominasi berdasarkan teologi dan eklesiologi,[14] Umat Protestan menganut konsep gereja tak kasatmata, bertolak belakang dengan Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Gereja-Gereja Ortodoks Oriental, Gereja Asyuri di Timur, dan Gereja Purba di Timur, yang masing-masing menganggap dirinya sendiri sebagai satu-satunya Gereja sejati, yakni "satu Gereja sejati" yang didirikan Yesus Kristus (kendati denominasi-denominasi Protestan tertentu, termasuk denominasi Lutheran bersejarah, juga menganut pendirian yang sama).[13][15][16] Beberapa denominasi Protestan memiliki ruang lingkup dan keanggotaan yang mendunia, tetapi denominasi-denominasi Protestan selebihnya tersekat di satu negara saja.[14] Mayoritas umat Protestan[lower-alpha 8] tergolong di dalam segelintir rumpun denominasi Protestan yang ada, yaitu Advent, Anabaptis, Anglikan atau Episkopal, Baptis, Kalvinis atau Gereformir,[lower-alpha 9] Lutheran, Metodis, Moravian, Serikat Persaudaraan Plymouth, Presbiterian, dan Serikat Handai-Tolan.[6] Gereja-gereja nondenominasional, karismatik, dan independen juga sedang tumbuh, dan merupakan bagian penting dari Protestanisme.[18][19]

Oops something went wrong: