Top Qs
Timeline
Obrolan
Perspektif
Stasiun Sragen
stasiun kereta api di Indonesia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Remove ads
Stasiun Sragen (SR), pada masa Hindia Belanda bernama Stasiun Modjo Sragen, adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Sragen Kulon, Sragen, Sragen yang termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun ini berjarak sekitar 50 meter ke arah selatan dari jalan raya Solo–Ngawi; berdekatan dengan kantor bupati Sragen dan Pasar Bunder.
Remove ads
Sejarah

Stasiun ini pernah diberi nama Modjo Sragen pada masa Hindia Belanda karena terdapat pabrik gula Mojo di selatan kawasan stasiun.[3] Stasiun ini juga dirancang supaya dapat memudahkan pengiriman produk tetes tebu dari pabrik gula. Pabrik gula tersebut dikuasai oleh Perkebunan Nusantara IX.[4]
Bangunan dan tata letak
Ringkasan
Perspektif
Stasiun Sragen memiliki empat jalur kereta api, yang pada awalnya hanya jalur 1 yang merupakan sepur lurus, sementara jalur 4 dijadikan jalur langsir menuju ke gudang. Setelah jalur ganda ruas Palur–Kedungbanteng dioperasikan sejak 5 Maret 2019,[5] tata letak jalur mengalami perubahan sehingga jalur 2 dan 3 dijadikan sepur lurus berturut-turut untuk arah Surakarta dan Surabaya.
Jalur 4 | Sepur badug | ↔ | |
← | Sepur belok | → | |
← | ![]() |
||
← | KA BIAS, tujuan Madiun/Caruban | ||
Peron pulau | |||
Jalur 3 | ← | Sepur lurus arah Wonokromo | |
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur | |||
Jalur 2 | Sepur lurus arah Solo Balapan | → | |
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat | |||
![]() | |||
KA BIAS, tujuan Bandara Adi Soemarmo | |||
Peron pulau | |||
Jalur 1 | ← | Sepur belok | → |
![]() |
→ | ||
Peron sisi | |||
G | Bangunan utama stasiun |

Selain itu, juga dilakukan pembangunan peron stasiun supaya lebih tinggi, penambahan kanopi—kanopi dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian[6]—serta sistem persinyalan diubah menjadi sistem persinyalan elektrik. Gudang di seberang stasiun telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan sepur badug baru yang bercabang dari sisi barat jalur 4. Setelah pembangunan jalur ganda selesai dikerjakan, bangunan ini tidak mengalami perubahan yang mencolok.
Bangunan stasiun saat ini tampak lebih besar daripada bangunan asli peninggalan Staatsspoorwegen (lihat gambar). Bangunan asli telah dirobohkan sejak lama. Penggantian bangunan dilakukan untuk menampung penumpang dalam jumlah besar pada masa mendatang.
Remove ads
Layanan kereta api
Ringkasan
Perspektif
Stasiun Sragen mulai melayani KA Bandara Internasional Adi Soemarmo rute Madiun–Surakarta–Bandar Udara Adi Soemarmo pp pada 2 November 2024.[7]
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 17 Agustus 2025.[8]
Penumpang
Antarkota
Kereta bandara
Barang
Remove ads
Insiden
Pada tanggal 28 Juni 2010, sebuah kereta barang pupuk relasi Cilacap-Sragen anjlok saat langsir memutar rangkaian kereta. Kejadian bermula saat kereta hendak langsir ke jalur 2, tetapi petugas tiba-tiba memindahkan wesel ke jalur 1 sehingga kereta anjlok hingga beberapa meter. Kejadian ini menyebabkan perjalanan kereta api terganggu.[9]
Pada tanggal 17 Juli 2013, KA Bangunkarta menabrak truk tronton muatan gulungan kertas di perlintasan kereta Beloran, sebelah barat Stasiun Sragen. Peristiwa bermula ketika truk melewati perlintasan kereta api. Ketika truk melewati perlintasan, as roda truk patah dan berhenti di tengah rel. Beberapa saat kemudian, melintas KA Bangunkarta dari arah barat. Karena jaraknya sudah terlalu dekat, akhirnya KA Bangunkarta menabrak truk dan terseret. Akibat kejadian tersebut, bagian kabin masinis Lokomotif CC 203 95 12 rusak parah, sedangkan truk ringsek. Dalam kejadian ini, masinis dan asisten masinis alami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit, sedangkan sopir truk kabur menyelamatkan diri.[10]
Remove ads
Galeri
- Emplasemen Stasiun Sragen tahun 2014
- Bangunan tampak depan Stasiun Sragen, 2009
- Stasiun Sragen, 2020
Referensi
Pranala luar
Wikiwand - on
Seamless Wikipedia browsing. On steroids.
Remove ads